Entri Populer

Selasa, 29 November 2011

SEJARAH HIMAB KALTIM ??





 
 

Himpunan Mahasiswa Buton yang terbentuk tahun 1998 tepatnya tanggal 13 Desember 1998 bukanlah hadir begitu saja, akan tetapi melalui proses yang panjang dan penuh liku. berdasarkan informasi yang penulis dapatkan (masih butuh kajian yg lebih mendalam) melalui perbincangan dengan beberapa pelaku sejarah, ditemukan informasi tentang kejadian. yang tentu dalam setiap kejadian pasti melibatkan orang - orang didalamnya yang kemudian disebut sebagai pelaku sejarah. berikut beberapa kejadian dan pelaku sejarah yang kami ketahui (sebenarnya sejarah ini adalah hasil perbincangan dengan beberapa sumber yang sampai hari ini dijadikan acuan tentang kisah perjalan  awal  - awal pembentukan HIMAB Kaltim dalam tataran kepengurusan HIMAB Kaltim periode 2011 - 2013) :
  1. Wacana awal tentang pentingnya sebuah organisasi yang didalamnya melibatkan Mahasiswa suku Buton yang berada di Kalimantan timur khususnya Samarinda. dalam hal ini adalah M. Syafrin (Mahasiswa Unidayan, Bau-Bau yang kebetulan mengikuti Pelatihan di Samarinda), Siti Halimah (Mahasiswi STAIN Samarinda), dan Saitullah (Mahasiswa Univ. Widyagama). kejadian ini terjadi pada tahun 1995 (menurut informasi yang kami dapatkan).
  2. perbincangan tersebut hanya sebatas ide dan diskusi ringan yang tidak melahirkan apa - apa kecuali angan - angan tentang pentingnya organisasi seperti tersebut di atas.
  3. pada tahun 1998 muncul lagi pembicaraan oleh beberapa Mahasiswa yang kebetulan menjadi Wakar (Petugas Jaga malam) sebuah instansi pemerintah di jalan Kesejahteraan (pelakunya tidak kami ketahui).
  4. menindaklanjuti kedua perbincangan tersebut diatas, dilakukanlah reli - reli rapat para Mahasiswa Buton Samarinda. reli - reli rapat ini terjadi di beberapa tempat (dirumah peserta rapat). dengan melibatkan beberapa Mahasiswa, diantaranya, Simin, Labia, Djirsan, La Jarni, La Ode Arman Kasir, Dafi'u, Muri Ali, Nanang Aini, Syafrudin, Idwani, Saitullah, Siti Halimah, Wa Ode Sariati, Ida, Nurdin, Jainudin, Sahardin, Hajat Padu, dan masih banyak lagi (data lengkap berdasarkan Absen Rapat tersimpan pada Kanda Labia dan belum sempat kami ambil).
  5. setelah diadakan beberapa kali pertemuan, disepakatilah untuk dibentuk panitia pelaksana Musyawarah Organisasi yang dimaksud dengan ditunjuk sebagai ketua Panitia adalah Idwani, S.Sos. pada saat itu muncul wacana tentang nama organisasi, ada yang mengususlkan IMBS (Ikatan Mahasiswa Buton Samarinda) dan ada yang mengusulkan HIMAB Kaltim (Himpunan Mahasiswa Buton Kaltim). penyebutan Kaltim dan Samarinda pun tidak terlepas dari perdebatan hangat.
  6. kemudian dibentuk Panitia Pengarah (SC) yang dikoordinir oleh Labia, dkk. dengan tugas khusus kepada Labia untuk menyusun AD/ ART, GBHO, dan beberapa Draft Musyawarah.
  7. dalam sebuah Organisasi, tentu mesti ada Lambang Organisasi, maka beberapa Mahasiswa tersebut membuat desaign Lambang yang kemudian diusulkan dalam forum Musyawarah. sehingga yang diterima adalah hasil kolaborasi desaign Muri Ali, Idwani, dan Syafrudin. dengan diberikan kepada Muri Ali untuk memberikan penafsiran (makna) lambang tersebut.
  8. dalam penyusunan draft ini timbul perdebatan tentang asas organisasi, apakah berasaskan islam atau Pancasila, sehingga disepakati kemudian bahwa berasaskan Pancasila dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya.
  9. sebenarnya, dalam proses mulai timbulnya wacana pembentukan sampai Musyawarah I (pertama) terjadi, banyak kisah, dinamika dan perdebatan yang tentu melibatkan para pelakunya namun karna keterbatasan informasi yang kami ketahui sehngga kamipun tidak menyebutkannya dalam tulisan ini.
  10. dalam musyawarah pertama (I), terpilihlah Jauhari sebagai Ketua Umum. namun berselang beberapa bulan Jauhari mendapatkan SK PNS dan bertugas di luar Samarinda sehingga organisasi mengalami kevakuman untuk beberapa bulan lamanya.
  11. dalam rangka untuk menyelamatkan organisasi, maka dalam jajaran kepengurusan disepakati untuk diadakan Musyawarah khusus untuk membahas permasalahan ini, yang kemudian menunjuk Simin sebagai ketua Umum.
itulah beberapa kejadian berkaitan dengan proses awal terbentuknya HIMAB Kaltim yang sebenarnya belum bisa dikatakan Faktual dan ilmiah, karna tulisan ini tidak berdasarkan hasil penelitian dan kajian secara ilmiah, dia hanya berdasarkan cerita - cerita dengan beberapa sumber. sebagaiman yang telah kami sebutkan di awal tulisan ini. oleh karenanya, saran, masukan dan kritikan untuk perbaikan sejarah HIMAB sangat kami butuhkan dari seluruh keluarga besar dan pelaku sejarah berdiri sampai proses berjalannya HIMAB Kaltim ini. dalam hal ini kami mengundang seluruh keluarga besar HIMAB tanpa terkecuali untuk bersama - sama membahas hal ini dalam Lokakarya sejarah HIMAB pada tanggal 04 November 2011 bertempat di Gedung BKKBN (masih dalam konfirmasi) Samarinda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar